ADAM, TUMBUH DI NIRWANA pada keadaan dewasa- sadar sesaat seusai penciptaan dirinya.
Ciptaan berpasangan.
Telah menjadi bagian dari program Macro penciptaan Alam Raya Semesta; memperkembang-biakkan manusia menjadi khalifah di planet bumi; dengan menciptakan pasangan Adam yang lelaki itu dengan
Hawa yang perempuan sebagai istri pasangannya. Hawa dicipta tuhan Allah dari bagian jasad Adam. Surga bukan disiagakan sebagai tempat penangkaran bagi setiap makhluk Planet bumi telah di kondisikan lebih dulu dengan menempatkan berbagai jenis tumbuhan tanah dan juga hewan dengan menggunakan curahan air turun dari langit.Dengan air tuhan Allah menghidupi semua makhluk ciptaanNya.Dewasa ini planet bumi telah menjadi arena kehidupan dan penghidupan bagi anak-cucu-Adam (ACA). Dengan demikian menjadi terbukti benar firman Allah pada Quran Surat An-Nisa 4]:ayat 1: yang bunyi tarjamahnya sebagai berikut: "Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu".ACA hari ini telah menempati diberbagai penjuru bumi dengan terbalut dengan adat-istiadatnya dan bahasanya sendiri-sendiri lengkap dengan gaya hidup yan g beraneka ragam dari yang berbau jahiliyah sampai dengan yang selalu berupaya melakukan perbaikan untuk membersihkan dan mensucikan diri agar tetap sesuai petunjuk Allah yang masih berlaku terlingkup pada syariat yang berada dalam kawasan mendapat perlindungan ijin serta ridhoNya.
Hawa yang perempuan sebagai istri pasangannya. Hawa dicipta tuhan Allah dari bagian jasad Adam. Surga bukan disiagakan sebagai tempat penangkaran bagi setiap makhluk Planet bumi telah di kondisikan lebih dulu dengan menempatkan berbagai jenis tumbuhan tanah dan juga hewan dengan menggunakan curahan air turun dari langit.Dengan air tuhan Allah menghidupi semua makhluk ciptaanNya.Dewasa ini planet bumi telah menjadi arena kehidupan dan penghidupan bagi anak-cucu-Adam (ACA). Dengan demikian menjadi terbukti benar firman Allah pada Quran Surat An-Nisa 4]:ayat 1: yang bunyi tarjamahnya sebagai berikut: "Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu".ACA hari ini telah menempati diberbagai penjuru bumi dengan terbalut dengan adat-istiadatnya dan bahasanya sendiri-sendiri lengkap dengan gaya hidup yan g beraneka ragam dari yang berbau jahiliyah sampai dengan yang selalu berupaya melakukan perbaikan untuk membersihkan dan mensucikan diri agar tetap sesuai petunjuk Allah yang masih berlaku terlingkup pada syariat yang berada dalam kawasan mendapat perlindungan ijin serta ridhoNya.
Janji petunjuk bagi Adam berserta ACA.
Adam dan Hawa turun ke bumi dengan janji akan diberikan padanya petunjuk agar dengan panduan petunjuk Allah itu Adam dan Hawa beserta ACA akan mampu berjalan dimuka bumi dengan lurus dan dengan tetap menegakkan keteuhidan Allah. . Janji Allah tersebut tersurat di dalam Quran Surat Al-Baqoroh 2]::ayat:38, sebagai berikut: "Kami berfirman:"Turunlah kamu semua dari surga ini, jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati".Sebagian makna dari pernyataan tidak ada kekhawatiran atas mereka dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bagi pengguna petunjuk Allah akan mampu nantinya kembali pulang ke surga tempat asal mula dua indukan manusia yang berupa Adam dan Hawa diciptakan. Dengan bermodalkan petunjuk dari Allah itulah mereka ACA harus melakukan penjelajahan di muka bumi mensukseskan misi sebagai khalifah. Akan diliputi kesedihan karena tertimpa penderitaan bisa terjadi disebabkan ACA tidak memanfaatkan petunjuk dari Allah dengan semestinya.Yang demikian itu dapat disebut sebagai tersesat jalan mereka. Bagi generasi ACA saat ini termasuk yang sedang membaca artikel ini; tidak bisa tidak; berkeharusan menggunakan petunjuk yang paling baru dibanding dengan generasi-generasi ACA sebelumnya yang hidup dimasa kerasulan sebelum Nabi Muhammad saw.. Petunujuk Allah dimaksud ialah Al-Quran yang menjadi mukjizat Muhammad RasuluLLah. Penggunaannya harus secara keseluruhan lengkap wutuh tanpa pengurangan dan juga penambahan.Mengapa begitu? Al-Quran telah dinyatakan sempurna baik isi maupun kelengkapannya oleh Yang Memberi Petunjuk, yakni Allah swt.
Program Allah tak perlu saran.
Turunnya Adam-Hawa ke bumi terkait program Allah untuk hidup-meramaikan dunia dan menggerakkan serta mengatur dan mengendalikan semua urusan kerajaan yang willayahnya meliputi alam dohir dan batin, alam goib dan alam nyata, mencakup seluruh jagat raya yang termasuk kedalamnya semua jenjang lapisan langit berjumlah tujuh serta bumi yang demikian pula lapisannya terhubung dengan nafsu manusia yang mengarah kepada ketamakan harta dan perhiasan duniawi. Juga termaktup keseluruhan benda-benda angkasa yang berada diantara langit dunia dengan bumi yang berupa matahari dan bulan berserta seluruh gugusan bintang yang berata di ruang angkasa kita ini. Wilayah kerajaan dengan keseluruhan isinya adalah ciptaan dan sekaligus milik Allah swt. Dialah Tuhan Allah menjadi penguasa tunggal bagi seluruh alam..
Memberitahu bukan berarti minta pendapat.
Ingat ketika Allah memberitahukan kehendakNya membuat khalifah di bumi kepada para malaikatNya. Peristiwa tersebut terekam dalam Quran surat Al-Baqoroh 2]:ayat:30 sebagai berikut "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi";Mereka berkata:"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?".Tuhan berfirman: "sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Menjadi jelas bagi siapapun yang memperhatikan dengan cermat dialog diatas; bahwa ilmu Allah pasti meliputi semua ilmu yang dimiliki para Malaikat..Meskipun Allah telah memberikan kecerdasan kepada para malaikat sehingga semuanya tak akan lalai sedikitpun akan masing-masing beban tugas yang diembannya, namun ilmu milik malaikat tetap terukur dan tak akan melebihi pemilik ilmu segala ilmu sebagai sumbernya. Sesungguhnya arah pemberitahuan bukan minta dikoreksi melainkan sebagai sinyal awal bagi para malaikat akan mendapat job tugas tambahan baru terkait dengan berkembangnya alam dunia sebagai kancah arena uji bagi manusia; mana dari sebagian mereka yang taat petunjuk dan mana yang lalai.
Mempelajari terus disertai pendalaman pengkajian; cegah kelalian.
Agar sukses menjalankan misi berjalan diatas bumi ini bagi setiap insan harus berpacu dengan waktu yang jelas amat terbatas bagi masing-masing individu untuk segera mengamalkann petunjuk tersebut. Seruan membaca agar mengetahui apa yang dibaca adalah wahyu Alllah yang paling esensi diawal turunnya wahyu..
Sebenarnya menemukan sinyal awal dari apa saja yang sifatnya terbatasi oleh penggunaan dalam waktu adalah memperoleh kesempatan dan peluang lebih dibanding dengan yang terlambat dan kehahisan peluang. kini petunjuk telas tuntas turun dengan kelengkapan dan kesempurnaannya. kesegeraan menggali dan mendapatkan kandungan al quran untuk sesegera pula mengamalkannya adalah upaya positif dilandasi pengertian bahwa tiap jiwa ddibatrasi kesempatannya untuk melakukan hal tersebut. Membiarkan diri dalam kedunguan dan tidak pedulian akan adanya banyak seruan dalam al quran itu sesungguhnya adalah cical bakal tertahannya diri untuk tetap dalam kondisi lalai Dan lalai itu adalah awal total kerugian beruntun dan berrturut-turut sejak berada di muka bumi hingga nanti setelah dihidupkan kembali masuk di alam baqa. mari jaga diri dari kerumunan kerugian berkepanjangan.
Generasi ACA di milinium internet dewasa ini.
Pertanda percepatan yang luar biasa untuk jelajah menjejaki banyak urusan kehidupan dan penghidupan dimuka bumi ini. Semuanya menjadi terbuka lebar dalam memperoleh kesempatan menjalani hidup yang terbaca amat singkat ini namun seakan firman Allah kini menjadi kenyataan bahwa dibentangkannya hamparan bumi agar manusia terbuka banyak jalan penjelajahan ke segala penjurunya untuk mencari dan mendapatkan petunjuk Allah. Sekarang anda mau kemana? Akankan anda menempuh arah jalan yang menuju ke madorotan yang biasanya jalan ini di cirikan dengan berbagai kenikmatan hidup sementara dengan kondisi alur jalan yang seakan tanpa ada ganguan hambatan dan rintangan yang menghalang. Ataukah anda memilih jalan untuk ditempuh berupa jalan jihad menurut Allah dan jalan penuh uji dari Allah yang anda mampu menempuh dan menjalaninya dengan sabar. Yakinkan anda telah memilih arah penjuru yang dapat menghantarkan anda beserta anak keturunan anda berakhir bisa kembali ke surga kehidupan baqa? Allah telah memberikan petunjuknya untk mencapai maksud tersebut. Mari kita lihat kembali Quran surat Ali Imran 3]: ayat 142 sebagai berikut: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, pada hal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang sabar" Orang dan siapaun yang dapat menempuh perjalanan hidupnya dipenuhi dengan terus sepanjang hidup digunakan untuk berjuang dijalan Allah yakni jihad fi sabilillah, dan menjalani semua ujian dengan sabar lagi tawakal; tentulah mereka ini diaklhir hayatnya saat sakarotul maut menjemputnya; mereka dapat dipastikan mampu berucap menyebutkan lafadz tauhid. Lafadz yang dijanjikan kepada barang siapa yang dapat melafatkannya disaat sakarotul maut dijamin masuk surga.
Syarat pertama: Jihad fi sabilillah bianfusikum, wa amwalikum.
Berjihad di jalan Allah ketentuannya adalah dengan menggunakan segala potensi yang dimiliki jasad mereka.berupa kekuatan lahir batin juwa raga.baik berupa kekuatan pisik maupun kekuatan kecerdasan dan kepandaian yang ditopang oleh ilmu yang mereka kuasai.disamping itu masih juga menggunakan harta benda yanga menjadi milik mereka untuk mereka donorkan sebagai sarana perjuangan dengan penuh semangat. semua berlaku dengan didasari ikhlas lillahi taala..
Syarat kedua: menanggapi segala tantangan hidup dan kehidupan ini dengan sekuat-kuat berlaku sabar,
Bersikap sabar dalam hidup akan dikonfrontasikan dengan urusan banyak hal utamanya kepada empat perkara seperti:: sabar melaksanakan semua perintah-perintah Allah; sabar untuk tidak melanggar larangan -larangan Allah. Sabar mengarungi ujian yang Allah brikan. Dan sabar mengatasi berbagai fitnah dari makhluk yang berada disekitar mereka dengan berprinsip melawan kejahatan dengan kebajikan dan menyelesaikan berbagai masalah dengan tidak menambah menebar madorot.
Dua perkara baik jihad fi sabilillah maupun bersikap sabar dalam menempuh kehidupan akan bibeber lebih rinci lagi dalam kesempatan berikutnya. insya Allah.
Semoga berlanjut.
Pertanda percepatan yang luar biasa untuk jelajah menjejaki banyak urusan kehidupan dan penghidupan dimuka bumi ini. Semuanya menjadi terbuka lebar dalam memperoleh kesempatan menjalani hidup yang terbaca amat singkat ini namun seakan firman Allah kini menjadi kenyataan bahwa dibentangkannya hamparan bumi agar manusia terbuka banyak jalan penjelajahan ke segala penjurunya untuk mencari dan mendapatkan petunjuk Allah. Sekarang anda mau kemana? Akankan anda menempuh arah jalan yang menuju ke madorotan yang biasanya jalan ini di cirikan dengan berbagai kenikmatan hidup sementara dengan kondisi alur jalan yang seakan tanpa ada ganguan hambatan dan rintangan yang menghalang. Ataukah anda memilih jalan untuk ditempuh berupa jalan jihad menurut Allah dan jalan penuh uji dari Allah yang anda mampu menempuh dan menjalaninya dengan sabar. Yakinkan anda telah memilih arah penjuru yang dapat menghantarkan anda beserta anak keturunan anda berakhir bisa kembali ke surga kehidupan baqa? Allah telah memberikan petunjuknya untk mencapai maksud tersebut. Mari kita lihat kembali Quran surat Ali Imran 3]: ayat 142 sebagai berikut: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, pada hal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang sabar" Orang dan siapaun yang dapat menempuh perjalanan hidupnya dipenuhi dengan terus sepanjang hidup digunakan untuk berjuang dijalan Allah yakni jihad fi sabilillah, dan menjalani semua ujian dengan sabar lagi tawakal; tentulah mereka ini diaklhir hayatnya saat sakarotul maut menjemputnya; mereka dapat dipastikan mampu berucap menyebutkan lafadz tauhid. Lafadz yang dijanjikan kepada barang siapa yang dapat melafatkannya disaat sakarotul maut dijamin masuk surga.
Syarat pertama: Jihad fi sabilillah bianfusikum, wa amwalikum.
Berjihad di jalan Allah ketentuannya adalah dengan menggunakan segala potensi yang dimiliki jasad mereka.berupa kekuatan lahir batin juwa raga.baik berupa kekuatan pisik maupun kekuatan kecerdasan dan kepandaian yang ditopang oleh ilmu yang mereka kuasai.disamping itu masih juga menggunakan harta benda yanga menjadi milik mereka untuk mereka donorkan sebagai sarana perjuangan dengan penuh semangat. semua berlaku dengan didasari ikhlas lillahi taala..
Syarat kedua: menanggapi segala tantangan hidup dan kehidupan ini dengan sekuat-kuat berlaku sabar,
Bersikap sabar dalam hidup akan dikonfrontasikan dengan urusan banyak hal utamanya kepada empat perkara seperti:: sabar melaksanakan semua perintah-perintah Allah; sabar untuk tidak melanggar larangan -larangan Allah. Sabar mengarungi ujian yang Allah brikan. Dan sabar mengatasi berbagai fitnah dari makhluk yang berada disekitar mereka dengan berprinsip melawan kejahatan dengan kebajikan dan menyelesaikan berbagai masalah dengan tidak menambah menebar madorot.
Dua perkara baik jihad fi sabilillah maupun bersikap sabar dalam menempuh kehidupan akan bibeber lebih rinci lagi dalam kesempatan berikutnya. insya Allah.
Semoga berlanjut.
maju ujian untuk cari kelulusan baik teori maupun praktek harus tahu bahan ujinya. Teori dalam al kitab dan praktek dalam uswatun hasanah as sunnah rasul.Tak ambil peduli pasti merugi.Jelas kan?
BalasHapusadakah manusia yang kelak ingin ketemu dengan kebinasaan, yang saat kini membiarkan diri tetap dalam kedunguan?; bila ada maka orang tersebut adalah tak sadar akan kehabisan waktu tuk menguasai teori dlm mempelajari materi apalagi sempat mempraktekkannya.Ambilah start sekarang lalu berpaculah. gimana? semoga anda telah laju dan sukses.
BalasHapus