MUSLIM WAJIB KENAL Sinyal awal Al-Kitab (al-qur^an).
Setiap Muslim sangat layak lagi patut apabila teramat akrab dan faham pada sesuatu yang wajib dicintainya. Satu diantaranya ialah kitab suci mereka yang disebut Al-Quran di samping berbagai sarana dan prasarana peribadatan mereka dalam keseharian. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap individu dewasa pemeluk agama Islam tentu memiliki sedikitnya sebuah muschaf Al-quran dari berbagai format tercetak. yang dirancang oleh penerbit. Ada yang melulu bertuliskan huruf arab, ada pula yang diberikan tambahan tulisan latin menyangkut cara mengucapkan tiap lafadznya. ada lagi yang dibubuhkan makna tarjamah dalam bahasa Indonesia disetiap ayat maupun disetiap lafadz dalam ayat.
Tiga variasi ada di permulaan surat..
Terkandung di sebuah muschaf al-Quran; sebanyak 114 surat yang kemudian secara keseluruhan tertata dan terbagi dalam 30 juz. Dari sejumlah itu ada diantarannya beberapa surat yang diberikan huruf-huruf seakan memberikan label atau juga boleh diidentifikasikan sebagai huruf kode bagi surat yang bersangkutan. dari mulai hanya satu huruf kemudian bertambah dengan keterpilihannya sendiri-sendiri. Tak semua surat diawali dengan huruf kode tersebut .Bagi surat yang memiliki huruf kode sebelum disambungkan dengan keseluruhan isi surat; ada yang terlebih dulu diberikan kalimat isyarohnya.Tiga variasi pada permulaan setiap surat berupa memakai huruf kode;ditambah kalimat isyaroh; maupun tak menggunakan keduanya; merupakan ciri awal yang perlu dikenali pada sebelum memasuki kandungan isi surat.
Lima dari 114 surat menonjolkan lafadz kitab.
Lafadz "kitab" memang sudah seharusnya ditonjolkan karena peran dan fungsi dalam menghantar misi yang berwujud isi dari satu surat yang dihantarnya. Surat-surat tersebut ialah surat yang bernomor berturut-turut sebagai berikut: no.2; no 7, no 11, no 14, dan no 41 Surat al baqoroh, surat al ak roof, surat hud ,surat ibrahim dan surat fusilat .Huruf kode yang dikenakan pada kelima surat itu berbeda-beda. Ada yang sama pada surat hud dan surat ibrahim; keduanya memakai: alif lam ra. Surat al baqoroh memakai alif lam mim, surat al-ak-raaf memakai alif lam mim shod. Sedangkan pada surat fusilat memakai cha mim. Dari kelima surat ini semuanya menonjolkan lafadz kitab Dua diantaranya masih menggunakan awalan kalimat isyaaroh untuk lebih memberikan tekanan kepada kehebatan kandungan makna lafad kitab yang didahuluinya. Pada surat fushilat; sebelum lafadz kitab; disana masih didibubuhkan kalimat isyaaroh berbunyi :tanzilum minar rohmanir rohim. Kalimat isyaroh ini membuka pengertian betapa memberikan tekanan berat akan kebenaran sumber asal muncul dan terwujudnya sesuatu yang disebut kitab. Sedangkan pada surat al baqoroh dibubuhkan kata tunjuk yang teramat pasti dan khusus terarah dengan jelas dan tegas tanpa bisa dialihkan kepada sasaran selain yang tertunjuk Yakni kitab dalam pengertian al-quran; dengan menggunakan kalimat DZALIKA.Jadi kalimat isyaaroh baik yang berbunyi dzalika; maupun tanzilum minar rohmanir rohim leabibh kentara dalam pemberian penyangatan memberikaan kesan tambahan ekstra kuat dalam ujud menonjolkan lafadz kitab.
Wajib mengetahui dengan sadar.
Setidaknya dari sekian banyak pemberian penandaan sebagai ciri khusus; ada dua ciri khas yang wajib dikenali oleh setiap muslim bertepatan dengan kitab suci mereka adalah: yang pertama disebut oleh surat fushilat juga beberapa surat diluar lima surat tersebut diatas ;memberikan kunci paten tidak boleh tidak harus QURANAN AROBIAN. Itu artinya yang ditulis dalam bahasa selain arab sesuai dengan aslinya maka tulisan tersebut tak bisa dan tak boleh disebut sebagai AL-QURAN; si kitab suci agama Islam.. Bahasa tarjamah hanya dimaksudkan untuk membantu para pembacanya yang kurang pandai memahami ayat-ayat Allah dengan bahasa arab. Hanya alat bantu bukan pengganti apalagi pengganda..Dengan demikian wajib dan harus disadari bahwa kitab suci agama Islam adalah quranan arobian; bukan yang lain. Yang kedua dan menjadi ciri pokok disebutkan dalam surat al baqoroh bahwa ciri utama dari kitab suci agama Islam menunjuk kepada kedalaman kandungan isi yang teramat esensi dalam berbagai seginya dinyatakan dalam lafadz padat singkat lagi berkualitas yakni: LA ROIBA FIHI. Segala aturan ketetapan ketentuan-ketentuan yang diundangkan didalamnya amatlah mengikat semua muslim pada umunya dan tanpa kecuali. Dua ciri pokok itu menempati prioritas utama dalam penandaan al quran sebagai kitab suci.
Smoga berlanjut.
Pendalaman dari berbagai hal yang berpautan dengan urusan Muslim wajib mengenali kitab sucinya akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan-tulisan yang melengkapi dan menyusuli tulisan ini dilain kesempatan. Semoga awal ketukan buka pintu tentang wajib kenal ini membawa manfaat bagi setiap muslim yang telah sempat membacanya. Amiin.Ingat dan camkan dalam kalbu bahwa pernyataan la roiba fihi dan juga quranan arobian itu adalah label bagi kitab suci agama islam yang diberikan sebagai penandaan khusus oleh fihak yang menurunkannya serta paten dari yang membuat dan dijadikan simpul pegangan oleh setiap insan yang mempelajarinya. Ikuti pembahasan tentang keduanya dalam topik-topik berikutnya. Akan menjadi bahan renungan dan kajian yang memikat untuk disimak. Hendaklah bersabarlah sedikit untuk ini dan persiapkan konsentrasi diskusi pendalamannya demi teraihnya kedalaman dan kepanjangan cakupannya. semoga!!!.